Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Berdasarkan timeline proyek, revitalisasi depot BBM tersebut direncanakan mulai berjalan pada 1 April hingga 30 Juni 2026 dengan tahapan pekerjaan yang dilaksanakan secara bertahap.
Bupati Tekankan Sinkronisasi Perizinan
Dalam arahannya, Bupati Lembata Kanisius Tuaq menekankan pentingnya sinkronisasi antara proses administrasi dan pekerjaan fisik di lapangan.
Ia meminta agar item perizinan dimasukkan dalam time schedule proyek sehingga tidak terjadi keterlambatan akibat proses birokrasi.
“Setelah hari raya nanti, kita rencanakan tim turun bersama ke lokasi untuk melakukan pembersihan atau clearing secara serentak agar proses perbaikan dapat segera berjalan,” ujar Bupati.
Bupati juga menegaskan bahwa kerja sama antara pemerintah daerah dan pihak perusahaan harus berjalan secara simultan, khususnya terkait pengaturan sewa lahan dan pemanfaatan aset daerah.
Menurutnya, ketelitian dalam pengelolaan administrasi sangat penting agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
Terkait rencana pembangunan dermaga serta status lahan yang disebut sebagai lahan tambak, Bupati meminta agar dilakukan konsultasi lebih lanjut dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk memastikan kejelasan status hukum lahan.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Melalui kerja sama ini, Pemkab Lembata berharap depot BBM Lewoleba dapat berfungsi optimal sebagai pusat penerimaan, penyimpanan, dan distribusi BBM.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

