Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Pengembangan depot juga akan dilakukan dengan peningkatan standar Health, Safety, Security and Environment (HSSE) agar memenuhi standar industri minyak dan gas sesuai rekomendasi hasil audit teknis.
Kurangi Ketergantungan Pasokan BBM
Secara ekonomi dan logistik, keberadaan depot BBM di Lewoleba dinilai sangat strategis. Selama ini, pasokan BBM ke Lembata masih bergantung pada Fuel Terminal Ende dan Maumere.
Distribusi BBM biasanya menggunakan kapal kayu dengan waktu tempuh sekitar 7 hingga 10 jam, yang kerap menghadapi kendala cuaca seperti gelombang tinggi dan angin kencang.
Dengan adanya depot BBM yang berfungsi optimal, diharapkan pasokan energi bagi berbagai sektor ekonomi dapat lebih stabil, termasuk sektor perikanan dan nelayan, transportasi, industri local dan aktivitas pertambangan.
Selain itu, depot juga diharapkan membantu memastikan distribusi BBM bersubsidi di SPBU lebih tepat sasaran bagi masyarakat.
Investasi Ditanggung Pihak Swasta
Dalam skema kerja sama yang ditawarkan, seluruh biaya revitalisasi depot akan ditanggung sepenuhnya oleh PT Grayson Alfarezy Sapujagad.
Setelah tercapai kesepakatan kerja sama dengan Pemkab Lembata, perusahaan akan melanjutkan proses pengurusan berbagai perizinan, termasuk izin lingkungan, izin sektor migas dan izin pembangunan dermaga khusus dari Kementerian Perhubungan.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

