Bupati Lembata seharusnya memikirkan dampak ekologis ketika memaksakan proyek geotermal di daerah yang setiap tahun dihujani abu vulkanik akibat erupsi gunung,” ujar Gres.

Ia menegaskan keselamatan warga dan keberlanjutan lingkungan harus menjadi prioritas utama dibandingkan kepentingan investasi.

Kritik juga Ditujukan ke Gubernur NTT

WALHI NTT juga menyoroti pernyataan Gubernur NTT Melki Laka Lena yang sebelumnya menyebut tahapan pengembangan proyek geotermal di NTT berjalan aman.

Menurut WALHI, pernyataan tersebut bertolak belakang dengan realitas di lapangan serta dinilai lebih menekankan pada kepentingan investasi dibandingkan mitigasi risiko lingkungan dan keselamatan warga.

“Baik Gubernur NTT maupun Bupati Lembata sama-sama menempatkan warga pada posisi berbahaya jika proyek ini terus dipaksakan,” tegas Gres.

Tolak Pengembangan Geotermal

WALHI NTT menegaskan tetap menolak seluruh upaya pemerintah untuk mengembangkan proyek geotermal di Lembata.

Organisasi lingkungan itu meminta pemerintah lebih mengutamakan perlindungan ruang hidup masyarakat serta stabilitas sosial ekonomi di tengah krisis ekologis yang sedang terjadi.

“Jangan menambah kerentanan di tengah masyarakat yang sudah rentan,” tutup Gres. (*/rnc)