Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
* Konsep Sederhana, Dampak Nyata
Mario Febriano menambahkan, program ini dirancang secara cepat dan adaptif menjelang musim mudik. Konsepnya sederhana: karyawan yang pulang kampung dapat membawa komoditas lokal seperti cabai, bawang, jahe, kunyit, hingga emping. “Setibanya di unit ‘SAYUR KENDAL’, produk tersebut akan ditimbang dan dibeli kembali oleh perusahaan,” ucap Mario.
Seluruh biaya pembelian dari daerah akan diganti penuh, sementara karyawan berpeluang memperoleh margin dari selisih harga. Komoditas yang dipilih pun merupakan produk dengan permintaan tinggi, dan sesuai dengan rantai pasok perusahaan.
* Proses Terukur dan Tetap Berkualitas
Dari sisi operasional, seluruh produk yang dibawa tetap mengikuti standar perusahaan. Barang dicatat berdasarkan jenis, berat, dan asal daerah, kemudian masuk ke dalam sistem inventori. Produk wajib memenuhi kriteria layak jual, segar, dan sesuai kebutuhan operasional. Distribusi tetap melalui proses procurement dan quality control, sehingga kualitas tetap terjaga.
* Respons Positif, Buka Peluang Income Tambahan
Program ini mendapat respons positif dari karyawan. Selain fleksibel dan tidak bersifat wajib, inisiatif ini memberikan peluang tambahan pendapatan tanpa tekanan. Beberapa karyawan bahkan telah mulai membawa produk lokal dari daerah asalnya dan merasakan langsung manfaat ekonomi dari program tersebut.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

