Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Inovasi harus berangkat dari masalah di sekitar kita. Saya memulai dari satu kantong plastik, karena kita tidak bisa langsung menyelesaikan semua persoalan sampah. Jika konsisten, dampaknya bisa berkembang hingga tingkat global,” ujar Kezia.
Keberhasilan ini juga menjadi cerminan semangat “Undana Berdampak”. Kezia mengakui dukungan dari pihak kampus, baik dari rektorat maupun fakultas, sangat membantu dalam proses persiapan hingga kompetisi internasional.
Sebagai mahasiswi Ilmu Hukum, Kezia turut mematahkan anggapan bahwa isu lingkungan hanya menjadi ranah mahasiswa sains. Ia menegaskan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama sebagai bagian dari nilai kemanusiaan.
Di akhir sesi, Kezia mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa Undana, untuk berani keluar dari zona nyaman dan terlibat aktif dalam isu global. Ia menekankan pentingnya aksi nyata dibanding sekadar wacana.
“Tidak harus menjadi mahasiswa lingkungan untuk peduli pada alam. Jangan menunggu, karena perubahan dimulai dari langkah kecil yang kita lakukan hari ini,” pesannya.
Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan mengharumkan nama Undana di tingkat internasional, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian lingkungan di Nusa Tenggara Timur. (*/rnc)




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

