Teheran, RakyatNTT.ID Iran mengonfirmasi kematian Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (Supreme National Security Council/SNSC), Ali Larijani, yang menjadi pejabat paling senior yang gugur dalam konflik melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel sejak akhir Februari 2026.

Kantor SNSC menyatakan Larijani tewas dalam serangan udara Israel yang terjadi pada Selasa (17/3/2026) dini hari di wilayah dekat Teheran.

“Ia telah berpulang,” demikian pernyataan resmi yang diperkuat dengan unggahan di akun Telegram milik Larijani yang berbunyi, “Saya, hamba Tuhan, telah bersatu kembali dengan Tuhan.”

Iklan

Kematian Larijani menandai eskalasi signifikan dalam konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah, khususnya antara Iran dan aliansi AS-Israel.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengecam keras serangan tersebut dan bersumpah akan melakukan pembalasan.

“Tentu saja, pembalasan yang keras menanti para teroris kriminal yang, selama agresi teroris ini, menodai tangan mereka dengan darah orang-orang tertindas, para syuhada yang berani serta teguh membela tanah suci Iran,” tegas Pezeshkian dalam pernyataan resminya.

Ia juga menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Larijani yang disebut sebagai salah satu tokoh penting dalam sistem keamanan nasional Iran.

Sementara itu, informasi awal mengenai kematian Larijani pertama kali diungkapkan oleh Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, usai operasi serangan udara yang dilakukan militer Israel.

Peristiwa ini diperkirakan akan semakin meningkatkan ketegangan geopolitik di kawasan, sekaligus memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik berskala besar di Timur Tengah. (*/rnc)