Washington, RakyatNTT.ID – Kapal selam Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) menenggelamkan kapal perang Iran dengan satu tembakan torpedo saat fregat tersebut melintasi Samudra Hindia.

Pentagon mengonfirmasi pada Rabu (4/3/2026) bahwa ini merupakan penenggelaman kapal musuh pertama oleh kapal selam AS sejak Perang Dunia II.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengumumkan serangan tersebut dalam konferensi pers di Pentagon terkait Operasi Epic Fury. Ia didampingi Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Dan Caine.

Iklan

“Kemarin, di Samudra Hindia, sebuah kapal selam Amerika menenggelamkan kapal perang Iran yang mengira mereka aman di perairan internasional,” ujar Hegseth seperti dilansir Military Times.

“Sebaliknya, kapal itu ditenggelamkan oleh torpedo. Kematian yang senyap. Ini adalah penenggelaman kapal musuh pertama dengan torpedo sejak Perang Dunia II,” tegasnya.

IRIS Dena jadi Target Serangan

Identitas kapal selam penyerang cepat milik AS tersebut tidak diungkapkan, sesuai prosedur keamanan operasional bawah laut.

Berdasarkan laporan Reuters, insiden terjadi di lepas pantai selatan Sri Lanka, wilayah yang termasuk dalam tanggung jawab Komando Indo-Pasifik AS.

Kapal yang menjadi sasaran adalah IRIS Dena, fregat kelas Moudge yang tergabung dalam Armada Selatan Angkatan Laut Republik Islam Iran. Kapal tersebut dilaporkan berada di kawasan itu setelah mengikuti latihan angkatan laut di Teluk Benggala.

Menteri Luar Negeri Sri Lanka Vijitha Herath menyebutkan terdapat 180 awak di atas IRIS Dena. Hingga kini, 32 orang berhasil diselamatkan oleh personel Angkatan Laut Sri Lanka.

Juru bicara Angkatan Laut Sri Lanka, Komandan Buddhika Sampath, menambahkan bahwa operasi penyelamatan juga mencakup evakuasi jenazah dari lokasi kejadian.

Torpedo Mk-48 dan Signifikansi Militer

Jenderal Dan Caine menegaskan pentingnya momen ini dalam sejarah militer modern AS.

“Untuk pertama kalinya sejak 1945, kapal selam penyerang cepat Angkatan Laut Amerika Serikat telah menenggelamkan kapal tempur musuh menggunakan satu torpedo Mk-48 untuk mencapai efek instan, mengirim kapal perang tersebut ke dasar laut,” kata Caine.

Ia menyebut serangan ini sebagai bukti jangkauan global militer AS dalam memburu dan menghancurkan target di luar area operasi biasa.

Operasi Epic Fury dan Eskalasi Konflik

Dalam pemaparannya, Caine juga mengungkapkan bahwa sejauh ini AS telah menghantam lebih dari 2.000 target di seluruh Iran. Selain itu, lebih dari 20 kapal Angkatan Laut Republik Islam Iran diklaim telah dihancurkan.

Kampanye militer tersebut disebut telah melumpuhkan kehadiran utama angkatan laut Iran di teater operasi terkait.

Caine menambahkan, serangan terhadap infrastruktur dan kemampuan angkatan laut Iran diperkirakan akan terus berlanjut dalam 24 hingga 48 jam ke depan.

“Kami akan terus menilai kemajuan kami terhadap tujuan militer yang telah ditetapkan,” pungkasnya. (*/rnc)