Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Usulan itu diterima dan International Women’s Day pertama kali diperingati pada Maret 1911 di sejumlah negara Eropa. Sejak 1913, tanggal 8 Maret ditetapkan secara resmi sebagai hari peringatan global.
Pada 8 Maret 1914, pawai besar menuntut hak pilih perempuan digelar di London. Dalam aksi tersebut, aktivis perempuan Sylvia Pankhurst bahkan sempat ditangkap.
Perserikatan Bangsa-Bangsa mulai merayakan Hari Perempuan Sedunia pada 1975, dan pada 1996 PBB menetapkan tema tahunan pertama yaitu “Celebrating the Past, Planning for the Future.”
Saat peringatan 100 tahun International Women’s Day pada 2011, Presiden Amerika Serikat saat itu Barack Obama kembali menegaskan pentingnya bulan Maret sebagai Women’s History Month.
Ia menilai bahwa ketika perempuan dan anak perempuan memiliki akses terhadap kesempatan yang sama, maka masyarakat akan menjadi lebih adil, ekonomi lebih kuat, dan pemerintahan lebih mampu melayani seluruh warganya.
Kondisi Kesetaraan Gender Saat Ini
Meski berbagai kemajuan telah dicapai, laporan global menunjukkan bahwa kesetaraan gender sepenuhnya masih jauh dari terwujud.
Laporan Gender Snapshot 2024 yang dirilis UN Women bersama Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB menyebutkan bahwa belum satu pun indikator SDGs terkait kesetaraan gender benar-benar tercapai.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

