Kupang, RakyatNTT.ID Infrastruktur di wilayah Amfoang, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, masih memprihatinkan. Jembatan roboh, jalan rusak berat dan berlumpur, masyarakat terisolir, adalah cerita klasik dari Amfoang, yang entah kapan akan berakhir. Persoalan ini jadi masalah terbesar dalam upaya menggerakkan perekonomian desa. Juga berimbas pada urusan pendidikan, kesehatan dan urusan lainnya.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena saat diwawancara, Minggu (8/3/2026), mengatakan, masalah infrastruktur, kesehatan dan pendidikan serta perekonomian di wilayah Amfoang menjadi hal prioritas bagi Pemprov NTT. Namun, kendala yang dihadapi pemerintah saat ini adalah kondisi fiskal daerah yang tidak cukup untuk merealisasikan sejumlah pembangunan di daerah itu.

Menurut Melki, di bidang kesehatan, sudah terbangun RSU Pratama, serta perbaikan beberapa puskesmas melalui Dana Alokasi Khusus APBN beberapa tahun lalu. Meski demikian, masih diperlukan optimalisasi peran dari setiap fasilitas layanan kesehatan tersebut.

Iklan

Di bidang pendidikan, lanjut Melki, Pemprov NTT tetap mendukung terlaksananya perbaikan maupun pembangunan gedung dan sarana prasarana sekolah di jenjang SMA/SMK.

“Kami mendukung perbaikan gedung dan sarana sekolah SMA/SMK yang menjadi tugas Pemprov NTT secara berkala sesuai kemampuan keuangan daerah,” ujar Melki.