Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Menurutnya, harga yang relatif murah juga menjadi alasan utama. Dengan harga di bawah Rp50.000, pembeli sudah bisa mendapatkan produk dengan desain menarik.
“Model seperti ini bisa dibeli cuma Rp35.000, gimana enggak tertarik,” tambahnya.
Meski begitu, Nira mengaku tetap berhati-hati saat membeli. Ia memilih produk yang terlihat masih bersih dan menghindari yang memiliki noda.
“Kalau terlihat ada noda kuning biasanya saya hindari, walaupun murah. Setelah beli tetap saya cuci pakai air panas di rumah,” jelasnya.
Lingerie Impor Bekas Juga Diminati
Selain bra dan celana dalam, pedagang di Pasar Senen juga menjual lingerie impor bekas, meski jumlahnya tidak sebanyak produk lainnya. Produk-produk ini umumnya berasal dari luar negeri dan memiliki desain yang lebih variatif.
Seorang pedagang bernama Neri mengatakan lingerie impor bekas lebih diminati karena desainnya yang beragam.
“Kalau impor bekas desainnya lebih bervariasi, tidak itu-itu saja, jadi pembeli bisa pilih sesuai selera,” ujar Neri.
Dari segi harga, produk tersebut juga relatif terjangkau. Di tokonya, lingerie impor bekas dijual paling mahal sekitar Rp75.000, dan jarang ada yang mencapai Rp100.000.
Selain itu, banyak produk yang berasal dari merek ternama seperti Victoria’s Secret, Wacoal, hingga La Perla.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

