Waingapu, RakyatNTT.ID Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), memasuki babak baru dalam pembangunan ekonomi pesisir melalui proyek Tambak Udang Terintegrasi (Integrated Shrimp Farming).

Proyek strategis ini mendapat dukungan penuh dari tokoh adat dan Pemerintah Desa Palakahembi, sekaligus membuka peluang besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

Hamparan pesisir yang selama ini dikenal dengan keindahan alamnya kini diproyeksikan menjadi salah satu sentra produksi udang modern di Indonesia Timur. Kehadiran proyek ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta memperkuat sektor perikanan nasional.

Iklan

Dukungan Tokoh Adat, Jaga Keseimbangan Alam dan Budaya

Dalam perspektif masyarakat Sumba, pembangunan tidak hanya berorientasi ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan nilai leluhur.

Tokoh adat Palakahembi, Kambaru Windi, menegaskan bahwa dukungan terhadap proyek ini lahir dari proses dialog terbuka yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Kami tidak melihat ini hanya sebagai proyek fisik, tetapi sebagai bentuk penghargaan terhadap potensi tanah kami. Leluhur kami mengajarkan untuk menjaga bumi agar dapat memberi makan kepada anak cucu,” ujarnya belum lama ini.

Menurutnya, proyek tambak udang ini juga membuka peluang bagi generasi muda untuk bekerja dan berkembang di kampung halaman tanpa harus merantau.

Dorong Ekonomi Desa dan Buka Lapangan Kerja

Pemerintah Desa Palakahembi menyambut investasi ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan warga.

Selama ini, sebagian besar masyarakat masih bergantung pada sektor tradisional yang rentan terhadap cuaca dan keterbatasan akses pasar. Kehadiran industri tambak udang modern dinilai mampu menghadirkan stabilitas ekonomi baru.

Adapun manfaat utama proyek ini meliputi:

  • Pembukaan Lapangan Kerja: Warga lokal diprioritaskan dalam operasional tambak, sekaligus mendapatkan keterampilan di sektor perikanan modern.
  • Penguatan UMKM: Kehadiran proyek mendorong tumbuhnya usaha lokal seperti transportasi, katering, hingga logistik.
  • Peningkatan Infrastruktur: Pembangunan jalan desa, jaringan listrik, dan akses air bersih ikut ditingkatkan.

Sosialisasi Terbuka Perkuat Dukungan Warga

Dukungan masyarakat terhadap proyek ini tidak terjadi secara instan. Proses sosialisasi yang transparan dan dialog antara pemerintah, tokoh adat, serta warga menjadi kunci utama terciptanya kesepahaman.

Masyarakat kini menyadari bahwa proyek ini akan membawa Desa Palakahembi masuk dalam rantai industri perikanan global.

“Kami ingin Palakahembi dikenal bukan hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga sebagai pusat produksi udang berkualitas dunia,” ujar salah satu warga.

Menuju Sentra Udang Dunia dari NTT

Pembangunan tambak udang terintegrasi ini menjadi bagian dari transformasi ekonomi biru di Indonesia, dengan Sumba Timur sebagai salah satu daerah yang mulai mengambil peran penting.

Sinergi antara pemerintah desa, tokoh adat, dan masyarakat menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan investasi ini. Ke depan, hasil budidaya udang dari pesisir Palakahembi diharapkan mampu menembus pasar ekspor global dan mengangkat nama NTT sebagai pusat produksi udang berkualitas dunia. (*/rnc)