Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Belu mengusulkan agar Festival Paskah Pemuda GMIT dijadikan agenda tahunan karena dinilai berpotensi mendorong pertumbuhan UMKM dan ekonomi daerah. Ia juga mengusulkan penambahan lomba paduan suara yang melibatkan peserta dari kabupaten tetangga hingga negara Timor Leste.
“Kedepan kita harus menyebarkan semarak perdamaian tidak hanya di Belu, tetapi juga ke seluruh Indonesia dan dunia melalui kegiatan ini,” tambahnya.
Ketua Pemuda Sinode GMIT, Erenst Blegur, menyampaikan bahwa perayaan Paskah tahun ini dikemas lebih luas sebagai gerakan “Cahaya Damai” yang diharapkan mampu menarik perhatian dunia ke Nusa Tenggara Timur sebagai Gerbang Selatan Nusantara.
“Saya berharap GMIT memiliki gerakan ‘Cahaya Damai’ yang mampu bersinar hingga ke seluruh dunia,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Zimrat Karmany, M.Th menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Belu atas dukungan terhadap penyelenggaraan festival ini.
“Dari negeri para sahabat, mari kita gaungkan perdamaian untuk seluruh masyarakat NTT dan Indonesia,” katanya.
Dalam rangkaian acara, dibacakan pesan perdamaian oleh Ketua Klasis GMIT Belu bersama perwakilan MUI dan para pendeta. Bupati Belu kemudian menyalakan obor perdamaian yang diserahkan secara estafet kepada Wakil Sekretaris Sinode GMIT dan Ketua Pemuda Sinode GMIT untuk diarak keliling Kota Atambua hingga ke kabupaten lain.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

