Ruteng, RakyatNTT.ID Pater Thomas Krump, SVD, yang dikenal sebagai “Sang Meteor” oleh umatnya, menghembuskan nafas terakhirnya pada hari Minggu (15/3/2026) pukul 17.45 Wita di ruang VIP RSUD Ruteng.

Hanya beberapa hari lagi, tepat pada 18 Maret mendatang, dia seharusnya merayakan ulang tahun imamat yang ke-65. Lahir dari kota kecil Budapest, Hongaria, dia menjelajah pelosok dunia hingga tiba di Indonesia, datang bukan dengan harta kekayaan atau kesombongan, melainkan membawa benih-benih cinta dan kerendahan hati yang kini telah tumbuh subur di hati setiap umat Paroki Santa Perawan Maria diangkat ke surga Rejeng.

Perjalanan Panjang dari Eropa ke Nusantara

Informasi tentang perjalanan hidup sang pater diperoleh dari buku berjudul Kenangan 50 Tahun Pater Thomas Krump SVD Berkarya di Paroki Santa Perawan Maria diangkat ke surga. Pater Thomas lahir pada 14 Agustus 1943 di Budapest, sebagai anak kedua dari enam bersaudara pasangan Doktor Yosef Krump dan Gisela Krump.

Iklan

Pada masa kecilnya, dia menempuh pendidikan SD di Budapest tahun 1939-1944 sebelum harus mengungsi ke Austria akibat Perang Dunia II. Setelah perang usai, dia melanjutkan pendidikan ke seminari menengah St.Rupertus Bisehofshofen (1946-1954), kemudian memasuki Novisiat St.Gabriel Modling Wiena (1954-1956) dan studi Filsafat serta Teologi di Seminari Tinggi St. Gabriel Wiena (1956-1961).