Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Sebelum Revolusi Iran 1979, Khamenei beberapa kali ditangkap oleh aparat keamanan. Setelah revolusi yang menggulingkan Shah, ia menduduki berbagai posisi penting, mulai dari anggota Dewan Revolusi, Wakil Menteri Pertahanan, anggota parlemen, hingga Presiden Iran selama dua periode (1981–1989).
Pada Juni 1981, Khamenei selamat dari percobaan pembunuhan yang menyebabkan lengan kanannya mengalami kelumpuhan permanen. Pada dekade 1980-an, ia menjadi salah satu tokoh kunci dalam kepemimpinan Iran selama Perang Iran–Irak serta memiliki hubungan erat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Menjadi Pemimpin Tertinggi Kedua Iran
Setelah wafatnya Khomeini pada 1989, Majelis Ahli memilih Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi kedua Iran. Sejak saat itu, ia memegang otoritas tertinggi dalam sistem politik Iran.
Di bawah kepemimpinannya, Iran menghadapi berbagai dinamika domestik dan internasional, termasuk ketegangan berkepanjangan dengan Amerika Serikat dan Israel, serta isu program nuklir yang menjadi sorotan global.
Konfirmasi Pemerintah Iran
Media pemerintah Iran menyatakan bahwa kematian Khamenei terjadi akibat serangan militer yang diklaim melibatkan Israel dan Amerika Serikat. Namun hingga kini, belum ada rincian resmi mengenai kronologi lengkap serangan tersebut.
