Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Jakarta, RakyatNTT.ID – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyoroti potensi inflasi harga pangan dan kelangkaan minyak akibat eskalasi perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.
Pemerintah, kata dia, masih mengambil sikap wait and see sembari mencermati durasi dan kompleksitas konflik yang berlangsung.
“Kita belum tahu perang ini lama atau pendek dan tujuannya berbeda dengan perang yang lain, yaitu perubahan pemerintahan atau pergantian rezim. Yang mengkhawatirkan bagi kita tentu penutupan Selat Hormuz, di mana 20 persen minyak global lewat di sana dan 20 persen kebutuhan minyak Indonesia juga berkontrak dengan Saudi,” ujar Airlangga dalam forum diskusi ekonomi di Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).
Selat Hormuz jadi Titik Kritis Pasokan Minyak
Airlangga menekankan bahwa stabilitas pasokan minyak menjadi perhatian utama dunia global. Minyak merupakan komoditas vital bagi hampir seluruh negara, sehingga negara-negara produsen yang tergabung dalam Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) berupaya menjaga stok dan produksi untuk memitigasi risiko.
Namun, ia mengingatkan bahwa persoalan distribusi menjadi tantangan tersendiri, terutama jika Iran benar-benar memblokade Selat Hormuz yang merupakan jalur strategis perdagangan energi dunia.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

