Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ba’a, RakyatNTT.ID – Peristiwa terdamparnya sekawanan paus pilot di wilayah pesisir Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, menyita perhatian masyarakat. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, total terdapat 55 ekor paus pilot yang terdampar di kawasan Pantai Mbadokai dan perairan Desa Fuafuni.
Dari jumlah tersebut, 34 ekor paus berhasil diselamatkan dan digiring kembali ke laut dalam, sementara 21 ekor lainnya ditemukan sudah mati.
Pantauan di lokasi menunjukkan proses evakuasi paus yang mati dilakukan secara gotong royong oleh personel Brimob, anggota TNI AL dari Lanal Pulau Rote, anggota Polsek Rote Barat Daya, serta masyarakat setempat.
Proses evakuasi bangkai paus berlangsung hingga sekitar pukul 13.00 WITA. Setelah itu, bangkai paus yang mati dikuburkan di area Pantai Mbadokai menggunakan alat berat excavator milik Pemerintah Kabupaten Rote Ndao.
Ukuran paus yang ditemukan mati bervariasi, dengan panjang terbesar mencapai sekitar 5,10 meter, sementara yang terkecil sekitar 2,4 meter.
Penyelamatan Dilakukan Bersama Nelayan
Sementara itu, upaya penyelamatan paus yang masih hidup dilakukan sejak pagi hari setelah warga melaporkan adanya kawanan paus yang terdampar di perairan dangkal Desa Fuafuni, Kecamatan Rote Barat Daya, Senin (9/3/2026).
Informasi tersebut pertama kali diterima oleh petugas piket Polsek Rote Barat Daya, yang kemudian menurunkan personel dipimpin Aiptu Edwin C. Seran menuju lokasi.
Di lokasi kejadian, petugas menemukan sejumlah paus berada di perairan dangkal dan sebagian terjerat jaring nelayan, yang berpotensi membahayakan keselamatan satwa laut tersebut.
Dengan menggunakan perahu dan peralatan seadanya, aparat kepolisian bersama nelayan kemudian berupaya menggiring kawanan paus tersebut menuju perairan yang lebih dalam.
“Dengan peralatan seadanya, personel Polsek Rote Barat Daya bersama nelayan berupaya menggiring sekawanan paus pilot ini ke perairan yang lebih dalam,” ujar Kapolsek Rote Barat Daya, IPDA Subur Gunawan.
Proses penyelamatan berlangsung cukup menantang dan memakan waktu hampir tiga jam. Namun berkat kerja sama antara aparat dan masyarakat pesisir, puluhan paus akhirnya berhasil diarahkan kembali ke habitatnya di laut lepas.
Kapolsek Subur Gunawan juga menyampaikan apresiasi kepada para nelayan yang turut membantu proses penyelamatan tersebut.
“Kami berterima kasih kepada para nelayan yang telah membantu proses penyelamatan sekawanan ikan paus hari ini,” katanya.
Peristiwa ini menjadi contoh kolaborasi antara aparat keamanan dan masyarakat pesisir dalam menjaga kelestarian satwa laut serta ekosistem perairan di wilayah Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. (rnc12)
