Jakarta, RakyatNTT.ID Utang luar negeri Indonesia 2025 tercatat menembus US$ 431,7 miliar atau setara kurang lebih Rp 7.279 triliun pada akhir Desember 2025. Angka ini meningkat dibandingkan posisi akhir 2024 yang sebesar US$ 425,11 miliar.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), total utang luar negeri (ULN) tersebut terdiri dari ULN pemerintah sebesar US$ 214,3 miliar dan ULN swasta sebesar US$ 192,8 miliar.

ULN Pemerintah Naik, Swasta Turun

ULN pemerintah mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 203,1 miliar. Sebaliknya, ULN swasta justru mengalami penurunan dari US$ 194,4 miliar pada akhir 2024 menjadi US$ 192,8 miliar di akhir 2025.

Bank Indonesia menegaskan struktur utang luar negeri Indonesia tetap dalam kondisi sehat.

“Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Hal ini tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 29,9% pada triwulan IV 2025, serta dominasi ULN jangka panjang dengan pangsa 85,7% dari total ULN,” tulis BI dalam siaran pers yang dikutip Sabtu (21/2/2026).

Rasio ULN terhadap PDB yang masih di bawah 30 persen dinilai menunjukkan tingkat keberlanjutan utang yang relatif terkendali.

Asal Utang: Negara Pemberi Pinjaman Dominan

Jika ditelusuri dari sumbernya, sebagian besar utang luar negeri Indonesia berasal dari negara pemberi pinjaman dengan nilai US$ 205,97 miliar. Selain itu, pinjaman dari organisasi internasional tercatat sebesar US$ 48,19 miliar, dan kategori lainnya sebesar US$ 177,55 miliar.