Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Universitas Nusa Cendana (Undana) mempertegas komitmennya dalam mempercepat penurunan angka kemiskinan dan stunting di wilayah lahan kering kepulauan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Melalui kolaborasi riset strategis bersama Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), konsorsium ini berhasil mengembangkan inovasi pangan fungsional bernama Beras Granul, sebuah meal replacement berbasis komoditas lokal yang kaya gizi.
Inovasi tersebut dirancang khusus untuk kelompok berisiko tinggi, mulai dari balita, ibu hamil, ibu menyusui, hingga remaja putri, sebagai bagian dari intervensi gizi berbasis pangan lokal.
Penguatan implementasi riset tahun kedua ini ditandai dengan kunjungan tim peneliti Konsorsium RIKUB Kemendiktisaintek ke Ruang Kerja Rektor Undana, Kamis (5/2/2026). Rombongan diterima langsung oleh Rektor Undana Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, ST., M.Eng, didampingi Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, M.Si, serta PIC Konsorsium Undana Prof. Dr. Intje Picauly, S.Pi., M.Si.
Superfood Berbasis Kekayaan Lahan Kering NTT
Beras Granul bukan sekadar pengganti nasi, melainkan paket gizi lengkap dalam satu sajian. Produk ini mengintegrasikan bahan pangan lokal NTT yang telah melalui riset panjang, seperti tepung kelor (moringa), jagung, ikan teri, gula lontar, dan kini diperkaya dengan sorgum.
Produk ini memiliki sejumlah keunggulan nutrisi, di antaranya protein tinggi dari ikan teri dan sorgum, kaya mikronutrisi seperti vitamin A, C, kalsium, fosfor, dan omega-3, serta indeks glikemik rendah yang aman bagi kesehatan metabolik. Selain itu, Beras Granul juga bebas gluten, sehingga cocok bagi masyarakat dengan intoleransi gluten.
Kolaborasi Riset dan Teknologi Pangan
Dalam konsorsium ini, Undana berperan sebagai mitra pelaksana lapangan, penyedia data primer, sekaligus co-designer program berbasis pangan lokal. UB menyumbang keunggulan teknologi formulasi pangan fungsional melalui teknik granulasi, sementara UMM mendukung aspek hilirisasi produk dan edukasi gizi masyarakat.
“Kolaborasi ini sangat strategis. Undana memiliki pemahaman sosial-budaya dan pangan lokal NTT, sementara UB menghadirkan teknologi pangan mutakhir,” ujar Prof. Intje Picauly.
Diuji Berbasis Budaya Lokal
Untuk memastikan penerimaan masyarakat, tim peneliti menerapkan pendekatan etnografi dan uji organoleptik lokal. Tujuannya agar Beras Granul dipersepsikan sebagai modifikasi makanan sehari-hari, bukan produk asing atau obat.
Riset tahun kedua akan difokuskan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dengan melibatkan Dinas Kesehatan, guna menguji daya terima dan efektivitas Beras Granul dalam meningkatkan status gizi anak.
Menuju Kedaulatan Pangan dan Ekonomi Lokal
Keberhasilan inovasi Beras Granul diproyeksikan memberi dampak besar bagi NTT, mulai dari penurunan stunting yang lebih presisi, penguatan kemandirian pangan daerah, hingga multiplier effect ekonomi bagi petani kelor, sorgum, dan nelayan ikan teri.
Melalui sinergi riset nasional ini, Undana tidak hanya memperkuat capaian akademik, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi masa depan generasi NTT melalui kedaulatan pangan berbasis lokal. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

