Selain itu, sinergi antara sekolah, orang tua, tenaga kesehatan, dan masyarakat dinilai mutlak diperlukan untuk menciptakan ruang aman bagi anak-anak.

“Perlindungan anak bukan hanya soal regulasi, tetapi soal kehadiran nyata negara dan kepedulian kolektif kita sebagai masyarakat. Jangan sampai tragedi ini berlalu tanpa perubahan yang nyata,” pungkas Firda.

Peristiwa di Ngada diharapkan menjadi pengingat bersama agar perlindungan dan kesejahteraan anak benar-benar ditempatkan sebagai prioritas utama dalam kebijakan publik dan praktik kehidupan sehari-hari. (*/rnc)