Jakarta, RakyatNTT.ID Peristiwa tragis yang menimpa seorang anak di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi pengingat keras bahwa kemiskinan ekstrem masih nyata dan menyentuh sisi paling rapuh bangsa: anak-anak.

Diduga tak mampu membeli alat tulis sekolah akibat tekanan ekonomi keluarga, anak tersebut mengakhiri hidupnya, meninggalkan duka mendalam sekaligus alarm nasional.

Berkaca dari tragedi tersebut, Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Dedi Prasetyo meminta seluruh jajaran kepolisian untuk mengawal secara ketat distribusi berbagai program bantuan pemerintah agar benar-benar tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.

Iklan

“Peristiwa ini menjadi pengingat agar negara hadir lebih cepat dan lebih nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,” kata Dedi, Jumat (6/2/2026).

Polri Diminta Aktif Kawal Program Pemerintah

Dedi menegaskan, ke depan tidak boleh ada lagi peristiwa serupa yang terulang. Oleh karena itu, Polri tidak hanya berperan menjaga keamanan, tetapi juga turut aktif memastikan implementasi kebijakan dan program kesejahteraan pemerintah berjalan efektif di lapangan.

Menurutnya, berbagai program bantuan sosial sejatinya telah disiapkan negara. Namun, tantangan utama terletak pada pelaksanaan dan ketepatan sasaran.