Defisit keseimbangan primer tercatat Rp4,2 triliun, lebih baik dibandingkan target defisit primer sepanjang tahun yang dipatok Rp89,7 triliun.

Sebagai perbandingan, pada akhir Januari 2024 defisit APBN mencapai Rp23 triliun atau 0,09 persen terhadap PDB. Pemerintah sendiri menargetkan defisit APBN 2026 sebesar Rp689,1 triliun atau 2,68 persen terhadap PDB.

Proyeksi Rupiah

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memproyeksikan pergerakan rupiah masih akan fluktuatif pada perdagangan berikutnya. Namun, rupiah berpotensi kembali menguat dalam rentang Rp16.770 hingga Rp16.800 per dolar AS.

Penguatan rupiah ini menjadi sinyal positif di tengah dinamika global yang masih dibayangi ketidakpastian geopolitik dan kebijakan perdagangan internasional. (*/rnc)