Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Selain itu, perkembangan geopolitik juga menjadi perhatian pasar. Iran menyatakan pembicaraan nuklir dengan AS memungkinkan kedua negara mengukur keseriusan masing-masing dalam melanjutkan jalur diplomatik. Pertemuan diplomat Iran dan AS di Oman pekan lalu diharapkan dapat meredakan ketegangan di Timur Tengah.
Meski demikian, Presiden AS Donald Trump disebut tengah mempertimbangkan pengiriman kapal induk kedua ke kawasan tersebut, yang memicu kekhawatiran potensi eskalasi konflik baru.
Stimulus Ramadan dan Idulfitri Topang Sentimen Domestik
Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari kebijakan pemerintah menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Pemerintah meluncurkan Paket Stimulus Ekonomi I-2026 yang mencakup diskon transportasi, kebijakan work from anywhere (WFA), serta bantuan pangan.
Stimulus tersebut bertujuan menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kelancaran dan kenyamanan perjalanan mudik, terutama di tengah curah hujan tinggi.
Pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan yang diberikan sekaligus untuk dua bulan kepada 35,04 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dari desil 1–4.
Kebijakan ini diharapkan dapat menggerakkan ekonomi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, sehingga Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal I-2026 berpotensi lebih baik dibandingkan kuartal IV-2025.
Proyeksi Pergerakan Rupiah
Meski menguat hari ini, Ibrahim memperkirakan rupiah masih akan bergerak fluktuatif pada perdagangan berikutnya dan berpotensi ditutup melemah di kisaran Rp16.780 hingga Rp16.810 per dolar AS.
