Jakarta, RakyatNTT.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) ditutup menguat pada akhir perdagangan Rabu (11/2/2026). Rupiah tercatat naik 25 poin atau sekitar 0,15 persen ke level Rp16.786 per dolar AS.

Penguatan rupiah juga tercermin dalam kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI) yang berada di level Rp16.781/USD, membaik dibandingkan posisi sebelumnya di Rp16.799 per dolar AS.

Sentimen Eksternal Dorong Penguatan Rupiah

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menyebut penguatan rupiah salah satunya didorong sentimen eksternal, yakni data penjualan ritel Amerika Serikat (AS) pada Desember yang lebih lemah dari perkiraan.

Data tersebut menunjukkan pengeluaran konsumen di ekonomi terbesar dunia mulai mendingin di tengah tekanan inflasi tinggi dan kondisi pasar tenaga kerja.

“Kelemahan yang berkelanjutan dalam pengeluaran dapat menghadirkan prospek yang lebih lemah bagi perekonomian,” tulis Ibrahim dalam risetnya.

Prospek ekonomi AS yang melemah berpotensi mendorong Federal Reserve (The Fed) untuk memangkas suku bunga lebih lanjut pada tahun ini guna menopang pertumbuhan. Sentimen tersebut membuat imbal hasil obligasi pemerintah AS turun, sementara dolar AS kesulitan pulih dari tekanan yang terjadi sebelumnya.