Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Hasil riset kolaboratif tahun 2025 antara Undana dan pakar genetika IPB University menunjukkan fakta menggembirakan: sekitar 75 persen populasi DORET tergolong berkualitas premium dari sisi genetik dan performa produksi.
“DORET memiliki ketahanan panas yang luar biasa, efisien dalam memanfaatkan pakan lokal, dan tetap produktif di lingkungan ekstrem. Jika dikelola dengan standar modern, Domba Rote sangat potensial menjadi komoditas unggulan nasional,” jelas Dr. Marthen dalam siaran langsung melalui kanal YouTube Pos Kupang.
Lima Masalah Kritis Pengembangan DORET
Meski memiliki keunggulan kompetitif, Dr. Marthen mengingatkan adanya lima persoalan utama yang saat ini menghambat pengembangan Domba Rote secara berkelanjutan.
Pertama, penurunan kualitas genetik akibat inbreeding kronis karena populasi ternak yang terisolasi dan minim program pemuliaan terencana. Kedua, krisis nutrisi, di mana peternak masih sepenuhnya bergantung pada pakan alami tanpa cadangan untuk musim kemarau panjang.
Ketiga, manajemen pemeliharaan yang masih tradisional, dengan minim penerapan teknologi peternakan modern. Keempat, masalah kesehatan ternak, termasuk risiko infeksi penyakit yang meningkatkan angka kematian. Kelima, rantai pasok yang lemah, ditandai belum adanya sistem pemasaran, pengolahan, dan produk turunan DORET yang terintegrasi.
