Jakarta, RakyatNTT.ID – Partai-partai politik dinilai tidak memiliki banyak opsi selain kembali mengusung Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Status sebagai petahana disebut menjadi faktor utama yang memperbesar peluang kemenangan Prabowo pada kontestasi mendatang.

Pengamat politik Adi Prayitno menyebut secara kalkulasi politik, langkah paling realistis bagi partai adalah tetap berada dalam barisan pendukung petahana.

“Tak ada pilihan lagi bagi partai selain kembali usung Prabowo maju di 2029. Apa pun judulnya, Prabowo sebagai petahana hampir bisa dipastikan menang mudah. Ini pilihan mentok,” ujar Adi kepada RMOL, Minggu (22/2/2026).

Status Petahana Dinilai Sulit Ditandingi

Menurut Direktur Parameter Politik Indonesia itu, menghadapi figur petahana dengan tingkat elektabilitas tinggi serta akses kekuasaan yang kuat bukanlah langkah rasional bagi partai politik.

Secara historis, petahana memiliki keuntungan struktural dan psikologis dalam pemilu. Faktor popularitas, jaringan birokrasi, hingga konsolidasi koalisi menjadi modal besar untuk mempertahankan kekuasaan.

Karena itu, Adi menilai partai-partai cenderung bersikap realistis dibanding mengambil risiko mengusung figur alternatif yang peluang kemenangannya lebih kecil.

Perebutan Cawapres Diprediksi Lebih Dinamis

Meski peluang Prabowo di Pilpres 2029 dinilai kuat, Adi melihat dinamika politik justru akan mengerucut pada perebutan posisi calon wakil presiden (cawapres).

Ia menilai hingga saat ini partai-partai belum secara eksplisit menyebut nama Gibran Rakabuming Raka sebagai pendamping Prabowo untuk periode selanjutnya.

“Yang ramai justru siapa yang jadi cawapres Prabowo. Karena partai-partai itu tak sebut nama Gibran. Itu artinya partai-partai juga mengincar posisi cawapres. Makin banyak kompetitor Gibran nantinya,” jelasnya.

Menurutnya, kursi cawapres memiliki nilai strategis, baik dari sisi elektoral maupun sebagai investasi politik jangka panjang bagi partai dan figur yang diusung.

Koalisi Akan Uji Kekuatan Internal

Adi memprediksi, kontestasi internal dalam koalisi pendukung akan lebih terasa pada perebutan kursi nomor dua. Negosiasi politik diperkirakan berlangsung intens, mengingat posisi tersebut bisa menjadi batu loncatan menuju Pilpres berikutnya.

Dengan demikian, meski peta Pilpres 2029 Prabowo dinilai relatif solid di level calon presiden, dinamika politik nasional tetap akan diwarnai persaingan ketat dalam menentukan figur pendamping. (*/rnc)