Kupang, RakyatNTT.ID Pelantikan Danmenwa Mahadana NTT berlangsung khidmat di Aula Lantai III Gedung Rektorat Universitas Nusa Cendana (Undana), Kamis (19/2/2026).

Dalam prosesi tersebut, Fahmi Abdullahi resmi dilantik sebagai Komandan Resimen Mahasiswa (Danmenwa) Mahadana NTT.

Acara ini dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Rektor Undana Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Dankonas Menwa Indonesia yang juga Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) RI, Ahmad Riza Patria, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo, dan pimpinan instansi tingkat Provinsi NTT dan perguruan tinggi.

Iklan

Rektor Undana: Menwa Wujud Nyata Pembinaan Generasi Muda

Rektor Undana, Prof. Jefri S. Bale, menegaskan bahwa kehadiran Menwa Mahadana di lingkungan perguruan tinggi merupakan bentuk nyata dukungan pemerintah pusat dalam pembinaan generasi muda, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Menwa Mahadana memiliki kekuatan perubahan yang terdiri dari orang-orang terlatih, terpimpin, dan terdidik. Disiplin dan jiwa juang yang tinggi menjadi modal utama membangun daerah,” ujar Rektor.

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan empat harapan utama kepada kepemimpinan Menwa Mahadana NTT yang baru:

  • Menjaga keseimbangan peran, dengan tetap mengutamakan studi akademik dan menyelesaikan pendidikan tepat waktu.
  • Menjadi kader penggerak perubahan, membangun kolaborasi demi masa depan yang lebih baik.
  • Bersinergi dengan pembangunan bangsa, khususnya melalui pengabdian di desa-desa pelosok NTT.
  • Melestarikan nilai luhur dan menjaga kehormatan korps, dengan sikap santun, tegas, dan berintegritas.

Rektor juga menegaskan dukungan penuh jajaran perguruan tinggi di NTT terhadap penguatan dan pemberdayaan Menwa Mahadana.

Rektor Undana juga menyoroti latar belakang Fahmi Abdullahi yang memiliki jiwa kewirausahaan. Hal ini dinilai menjadi energi tambahan dalam membangkitkan semangat generasi muda NTT, khususnya dalam mengembangkan jiwa entrepreneurship di kalangan mahasiswa.

Dengan kepemimpinan baru ini, Menwa Mahadana NTT diharapkan semakin berperan sebagai ujung tombak pengabdian masyarakat, khususnya melalui kegiatan Dharma Bakti yang telah disetarakan dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan menjangkau desa-desa di NTT.

Pelantikan Danmenwa Mahadana NTT ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, serta unsur TNI-Polri dalam membangun generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan cinta tanah air.

Gubernur NTT: Menwa Strategis di Wilayah Perbatasan

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan apresiasi kepada Ahmad Riza Patria selaku Dankonas Menwa Indonesia. Ia menekankan bahwa posisi NTT sebagai wilayah perbatasan negara menjadikan keberadaan Menwa sangat strategis.

“Perpaduan antara mahasiswa dan wawasan kebangsaan yang dilatih TNI sangat penting bagi masyarakat. Menwa adalah benteng nilai kemanusiaan di tengah berbagai tantangan,” tegas Gubernur.

Ia juga menyoroti pentingnya membangun generasi muda yang tangguh secara mental dan ideologis. Menurutnya, saat ini banyak anak muda yang mudah menyerah menghadapi persoalan hidup.

“Menwa harus menjadi contoh bahwa daya juang dan semangat pantang menyerah selalu menyertai perjuangan kita ke depan,” ujar Melki.

Meski aktif sebagai anggota Menwa, Gubernur mengingatkan agar mahasiswa tetap memprioritaskan tujuan akademik sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia di NTT.

Pada kesempatan itu, Gubernur juga diberi baret sebagai anggota kehormatan Menwa. Pembaretan dilakukan langsung Dankonas Menwa Indonesia, Ahmad Riza Patria.

Menwa Siap Mengabdi untuk Bangsa dan Negara

Sementara itu, Dankonas Menwa Indonesia Ahmad Riza Patria menegaskan komitmen Menwa untuk terus mengabdi kepada bangsa dan negara.

“Menwa siap mengabdi dan berkorban jiwa raga untuk bangsa dan negara. Ke depan kita tidak hanya kuat dalam jumlah, tetapi juga dalam karakter, integritas, dan moral,” ujarnya.

Ia mengakui waktu pelatihan Menwa saat ini lebih terbatas dibandingkan masa lalu, namun tetap menekankan pentingnya kedisiplinan dan kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah pusat dan daerah.

Menurutnya, Menwa dapat menjadi wadah strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang cerdas, berintegritas, dan siap membangun daerah.

Siap Menjadi Mitra Pemerintah

Komandan Resimen Mahasiswa Mahadana Provinsi NTT Periode 2025-2028, Fahmi Haji Abdullahi dalam sambutannya mengatakan jabatan baru yang ia emban merupakan tanggung jawab besar yang harus ia laksanakan dengan penuh dedikasi dan profesional sesuai yang diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan.

“Ini bukan sekedar jabatan, tapi ini merupakan tanggung jawab moral, tanggung jawab kebangsaan. Menwa bukan hanya wadah organisasi mahasiswa di lingkungan kampus, tapi lebih dari itu, juga bagian dari komponen pendukung pertahanan negara,” jelas Fahmi.

Ia mengungkapkan Menwa merupakan perwujudan semangat bela negara, laboratorium kepemimpinan, serta sekolah karakter kebangsaan. Ia juga menegaskan Menwa Mahadana yang dipimpinnya ke depan siap untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dan berkontribusi bagi pembinaan generasi muda NTT.

“Kami tentu berkomitmen menjadikan Menwa sebagai organisasi yang profesional, modern, adaptif, dan tetap berakar pada nilai-nilai patriotisme dan kedisiplinan. Dan kami juga siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun karakter generasi muda NTT serta garda terdepan untuk menjaga semangat persatuan dan kesatuan bangsa,” tegasnya. (rnc)