Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ba’a, RakyatNTT.ID – Harga minyak tanah di Kabupaten Rote Ndao melonjak tajam hingga Rp15.000 per liter, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp7.000 per liter.
Kondisi ini memicu keluhan warga dan mendapat respons dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (PerindagKop).
Kepala Dinas PerindagKop Rote Ndao, Joni Manafe, menegaskan pihaknya segera menurunkan tim untuk menindak agen yang diduga menjual di atas HET.
“Kami segera turunkan tim untuk tindak agen minyak tanah yang nakal. Memang sudah banyak informasi, tetapi ketika tim turun, mereka tetap mengaku menjual sesuai HET,” ujar Joni saat dihubungi media ini melalui telepon seluler, Senin (23/2/2026) sekitar pukul 15.40 WITA.
Butuh Bukti untuk Tindak Tegas
Joni meminta dukungan masyarakat dan media untuk melengkapi bukti pelanggaran agar dapat diproses sesuai aturan. Ia menegaskan, jika terbukti melanggar, izin agen bisa dicabut dan diproses aparat penegak hukum (APH).
“Kami butuh bukti lengkap supaya bisa ditindak, bahkan izinnya bisa dicabut dan diproses oleh APH,” tegasnya.
Media ini juga menyampaikan informasi terkait dua agen yang diduga sering menimbun dan menjual dengan harga tinggi. Kadis PerindagKop meminta waktu untuk segera melakukan operasi, baik di tingkat agen maupun pengecer.
Harga di Lapangan Capai Rp15 Ribu/Liter
Sebelumnya diberitakan, harga minyak tanah di Rote Ndao mencekik warga. Di tingkat pengecer, minyak tanah dijual Rp12.000 hingga Rp15.000 per liter, atau mencapai Rp75.000 per jerigen.
Hasil penelusuran media di lima pengecer wilayah Metina hingga Mokdale, Senin (23/2/2026), membenarkan harga jual berkisar Rp12.000–Rp15.000 per liter.
Anton, salah satu pengecer di Mokdale, mengakui menjual di atas HET karena harga dari agen sudah tinggi.
“Kami beli di agen Rp9.000 sampai Rp10.000 per liter, atau sekitar Rp1.800.000 hingga Rp2.000.000 per drum ukuran 200 liter. Jangan salahkan kami pengecer, karena agen saja sudah jual mahal,” ungkapnya.
Saat ditanya asal pasokan, Anton menyebut minyak tanah diperoleh dari salah satu agen di Rote Ndao.
Warga Minta Pemda dan Polisi Bertindak
Kondisi ini membuat warga mengeluh. Elen, warga Alukama yang ditemui saat membeli minyak tanah, meminta pemerintah daerah dan aparat kepolisian tidak tinggal diam.
“Tolong Pemda dan Polisi tindak tegas agen maupun pengecer yang jual minyak tanah mahal. Kasihan kami warga,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu agen yang disebutkan dalam konfirmasi media belum memberikan tanggapan. Pesan yang dikirim melalui WhatsApp terlihat terkirim, namun belum mendapat balasan hingga berita ini ditayangkan.
Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah konkret agar distribusi minyak tanah subsidi kembali sesuai ketentuan dan tidak membebani masyarakat kecil di Rote Ndao. (rnc27)
