Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Menurutnya, Presiden berulang kali menyinggung praktik under-invoicing dan lemahnya pengawasan yang menyebabkan potensi penerimaan negara tidak tergarap maksimal.
“Presiden sering bilang ada kebocoran, ada under-invoicing di Bea Cukai dan perpajakan. Beliau menyampaikan itu berkali-kali di setiap meeting. Jujur saya sedih mendengarnya,” ungkap Purbaya.
Ia menegaskan, jika pada tahun ini target penerimaan pajak kembali meleset, sorotan dari DPR akan semakin tajam. Berbeda dengan tahun lalu, Kemenkeu tidak lagi bisa beralasan pada perlambatan ekonomi.
“Kalau sampai akhir tahun tax collection kita tidak membaik, padahal ekonomi tumbuh lebih baik, saya akan digebukin DPR dan saya nggak bisa bertahan lagi,” ucapnya menutup pernyataan.
Dengan target tax ratio yang lebih tinggi, Kementerian Keuangan kini dihadapkan pada tantangan besar untuk memperbaiki sistem, menutup kebocoran, dan memastikan penerimaan negara benar-benar sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional. (*/rnc)




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

