“Kita masih menghadapi keterbatasan dokter anestesi. Di NTT sudah terjadi penundaan operasi atau pasien harus dirujuk karena tidak ada tenaga anestesi. Di sisi lain, angka kematian ibu dan anak masih tinggi,” tegasnya.

Menurut Melki, program ini bukan sekadar proyek akademik, melainkan solusi konkret atas kebutuhan riil masyarakat.

“Program ini adalah solusi nyata, bukan sekadar proyek akademik,” katanya.

Iklan

Harapan Lulusan Kembali Mengabdi di NTT

Gubernur Melki berharap para peserta didik yang menempuh pendidikan spesialis di kawasan timur Indonesia dapat kembali mengabdi di daerah asalnya, terutama di NTT.

“Anak-anak NTT kini memiliki kesempatan lebih dekat untuk menjadi dokter spesialis. Harapan kami, mereka kembali dan membangun daerahnya sendiri,” ungkapnya.

Pemerintah Provinsi NTT, lanjutnya, berkomitmen mendukung percepatan pelaksanaan program tersebut agar berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan kesehatan.

“Selama diberi amanah, kami akan bekerja cepat dan maksimal untuk memastikan pelayanan kesehatan masyarakat meningkat. Program ini menjadi fondasi penting bagi sistem kesehatan yang lebih tangguh, merata, dan berkualitas,” tutup Melki.

Peluncuran Prodi PPDS Bali–Nusra ditandai dengan pemukulan gong secara simbolis oleh Gubernur NTT, Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek RI, dan Rektor Undana.