Kalabahi, RakyatNTT.ID – Ketua Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Kabupaten Alor, Muhammad Abdullah, S.Sos., M.Pd., mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat, khususnya pemuda, pelajar, dan mahasiswa di Kabupaten Alor agar tidak mudah terprovokasi isu maupun berita hoaks yang beredar di media sosial.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul insiden tawuran yang melibatkan kelompok pemuda Batutena dan Kadelang beberapa waktu lalu. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa itu sempat meresahkan masyarakat di Kota Kalabahi dan sekitarnya.

“Saya mengimbau kepada seluruh pemuda, pelajar, dan mahasiswa yang ada di Kota Kalabahi untuk sama-sama menjaga keamanan serta tidak mudah terpancing isu yang tidak bertanggung jawab. Walaupun kita berbeda suku, tapi tetap satu untuk kedamaian kita semua,” ujar Muhammad Abdullah, Kamis (26/2/2026).

Iklan

Jaga Kedamaian di Bulan Ramadhan

Muhammad Abdullah menekankan pentingnya menjaga situasi tetap aman dan kondusif, terlebih di bulan suci Ramadhan. Menurutnya, suasana damai akan membawa keberkahan bagi seluruh warga Kota Nusa Kenari.

Ia mengajak generasi muda untuk menjadi pelopor perdamaian dan tidak terjebak dalam narasi provokatif yang berpotensi memecah belah persatuan di tengah keberagaman suku di Kabupaten Alor.

“Situasi yang aman dan damai akan membawa kebaikan bagi kita semua. Jangan sampai karena informasi yang belum tentu benar, kita justru memperkeruh keadaan,” tegasnya.

Ajak Bijak Bermedia Sosial

Dalam himbauannya, Ketua STKIP Muhammadiyah Alor juga mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial. Ia meminta warga untuk memverifikasi setiap informasi sebelum membagikannya serta tidak ikut menyebarkan konten yang berpotensi memicu konflik.

Muhammad Abdullah berharap seluruh elemen masyarakat, terutama pemuda, pelajar, dan mahasiswa, dapat bahu-membahu menjaga keamanan daerah agar insiden serupa tidak terulang kembali.

Imbauan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan solidaritas sosial di Kabupaten Alor, sekaligus menjaga harmoni di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan masyarakat setempat. (*/rnc)