“Kepergian anak kita YBR ini bukan hanya menjadi duka bagi keluarga dan masyarakat Ngada, tetapi juga duka nasional. Ini adalah duka kita semua,” ujar Gubernur Melki.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena baru dapat hadir langsung di tengah keluarga korban beberapa waktu setelah peristiwa tersebut terjadi.

“Sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, kami mohon maaf baru bisa hadir hari ini. Kami menyampaikan duka yang mendalam bagi keluarga,” katanya.

Iklan

Gubernur Melki menegaskan bahwa tragedi ini menjadi cermin bagi pemerintah untuk melakukan introspeksi dan pembenahan menyeluruh, khususnya dalam pelayanan sosial dan penanganan kemiskinan.

“Melalui peristiwa ini kami menyadari masih banyak kekurangan yang harus kami benahi agar kejadian serupa tidak terulang. Kami harus memperbaiki kinerja dalam mengurus masyarakat, termasuk keluarga-keluarga yang berada dalam kondisi rentan,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah bersama pemerintah pusat berkomitmen memperkuat pelayanan publik di berbagai sektor strategis.

“Bersama Bapak Presiden dan para menteri, kami ingin bekerja lebih baik lagi, terutama dalam pelayanan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, agar masyarakat benar-benar terlindungi,” jelas Gubernur.