Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ia menegaskan bahwa sebagai Uskup, dirinya tidak datang sebagai pemilik Gereja, melainkan sebagai pelayan persekutuan.
Tahbisan yang berlangsung di Katedral Reinha Rosari Larantuka memiliki makna khusus baginya. Di gereja tersebut ia menerima hampir seluruh sakramen penting dalam hidupnya, mulai dari baptis hingga tahbisan imam.
“Sebagai anak Nagi, anak Kota Reinha, Gereja Katedral ini menyimpan sejarah rohani perjalanan panggilan saya,” ujarnya disambut tepuk tangan ribuan umat yang memadati gereja dan halaman katedral.
Ajakan untuk Tetap Bersatu
Ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, O.S.C., mengajak umat untuk tetap bersatu dan waspada terhadap perpecahan.
“Gereja tidak akan hancur oleh serangan dari luar, tetapi harus waspada terhadap perpecahan dari dalam. Moto ‘unum corpus, unus spiritus, una spes’ mengingatkan kita bahwa Gereja adalah satu tubuh, meski terdiri dari banyak bagian, seperti tenun Flores Timur,” ujarnya.
Uskup Emeritus Mgr. Fransiskus Kopong Kung juga mengajak umat Keuskupan Larantuka untuk bersatu di bawah kepemimpinan Uskup Hans Monteiro.
Tahbisan episkopal ini turut dihadiri perwakilan Kedutaan Besar Vatikan untuk Indonesia Mgr. Michael A. Pawolichz, Kardinal Ignatius Suharyo, para uskup dari berbagai keuskupan di Indonesia, Anggota DPR RI Melchias Mekeng, Ketua DPRD NTT Emi Nomleni, para kepala daerah se-Flores, serta ribuan umat dari berbagai wilayah.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

