Kupang, RakyatNTT.ID Ketua Cabang GMKI Kupang, Andraviani Fortuna Umbu Laiya, S.H., M.H., menyampaikan pernyataan tegas terkait kondisi infrastruktur di wilayah Amfoang, Kabupaten Kupang, yang kembali lumpuh setiap musim hujan.

“Setiap kali hujan turun di Amfoang, yang bergetar bukan hanya atap rumah warga. Yang bergetar adalah kecemasan,” ujarnya di Kupang, Jumat (13/2/2026).

Menurutnya, luapan sungai, jalan terputus, dan akses transportasi yang lumpuh telah menjadi kenyataan berulang. Anak-anak tertahan di rumah, orang sakit kesulitan mendapatkan pertolongan, dan hasil kebun membusuk karena tak bisa dibawa ke pasar.

Iklan

Jembatan Putus, Warga Alihkan Jalur Berisiko

Dalam beberapa hari terakhir, beredar luas video di media sosial yang memperlihatkan kondisi jembatan yang terputus total dan belum diperbaiki. Mobilisasi masyarakat terpaksa dialihkan melalui jalan poros tengah yang berlumpur dan berbahaya.

Bus penumpang, mobil pick up bermuatan hasil kebun, hingga kendaraan pribadi harus berjibaku menembus jalan rusak demi mencapai tujuan.

“Itu bukan adegan film. Itu kenyataan hidup masyarakat Amfoang,” tegas Andraviani.

Ia menekankan bahwa setiap kendaraan yang melintas membawa nyawa, membawa anak-anak, orang tua, serta harapan keluarga. Satu kesalahan kecil saja bisa berujung tragedi.