“Hasil evaluasi nanti akan memetakan kendala di lapangan dan kami tuangkan dalam memo kebijakan sebagai langkah perbaikan sistemik,” jelas Jefry.

Ia mengungkapkan, dari hasil pemantauan berkala setiap tiga bulan, sempat ditemukan kekurangan bak sampah di sejumlah titik. Namun, persoalan tersebut telah ditangani melalui distribusi tambahan sarana dengan dukungan APBD, serta kolaborasi bersama pihak perbankan dan komunitas peduli lingkungan.

Selain infrastruktur, evaluasi juga difokuskan pada efektivitas alur kerja di lapangan untuk menentukan apakah diperlukan revisi prosedur maupun strategi tambahan agar hasil penanganan sampah semakin optimal.

Volume Sampah ke TPA Menurun

Jefry Pelt menambahkan, sejauh ini volume sampah di Kota Kupang terpantau menurun secara signifikan. Untuk menjaga tren positif tersebut, Sekda bersama Asisten I dan Asisten II rutin memimpin rapat koordinasi dengan camat dan lurah guna memastikan penguatan penanganan sampah berjalan konsisten sesuai visi pembangunan lingkungan kota.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang, Max Maahury, menegaskan bahwa pelaksanaan roadmap penanganan sampah berjalan baik dan konsisten, terutama dengan penguatan Satgas Sampah hingga tingkat kelurahan.