Pemerintah Provinsi NTT, kata dia, senantiasa membuka ruang kolaborasi yang luas dengan GMIT demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Tantangan Sosial Butuh Kolaborasi Bersama

Wakil Gubernur juga menyoroti kompleksitas persoalan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini, mulai dari kemiskinan, pengangguran, stunting, ketimpangan sosial, hingga degradasi moral, kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan seksual terhadap anak, serta ancaman HIV/AIDS.

“Kondisi ini menuntut kepekaan dan tanggung jawab kita bersama dalam membaca realitas kehidupan umat, untuk ditangani secara kolaboratif oleh gereja dan pemerintah,” tegasnya.

Iklan

Menurut Johni Asadoma, peningkatan kepekaan sosial serta penguatan pendampingan terhadap umat dan keluarga menjadi sangat penting, agar Gereja dan pemerintah benar-benar hadir sebagai sumber pengharapan bagi masyarakat.

GMIT Dinilai Punya Jangkauan hingga Akar Rumput

Ia menambahkan, sinergi antara Pemerintah Provinsi NTT dan GMIT didasarkan pada kesadaran bahwa persoalan sosial tidak dapat diselesaikan secara sektoral.

Kolaborasi lintas pihak menjadi kunci, dan GMIT dengan jaringan jemaat hingga ke akar rumput dinilai sebagai mitra strategis dalam mendukung program pembangunan sosial pemerintah.