Kupang, RakyatNTT.ID Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.IP., MA., menyatakan dukungan penuh terhadap pembukaan Program Studi (Prodi) Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan Subspesialis di Universitas Nusa Cendana (Undana).

Menurutnya, kehadiran prodi dokter spesialis dan subspesialis ini menjadi langkah strategis untuk mengurangi persoalan kekurangan tenaga dokter di Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk di Kabupaten TTU.

“Prodi ini sangat membantu mengatasi kekurangan tenaga dokter spesialis di daerah,” ujarnya usai acara launching Program Dokter Spesialis dan Subspesialis di Grha Cendana, Universitas Nusa Cendana (Undana), Jumat (13/2/2026).

Iklan

Bupati Yosep mengakui bahwa hingga saat ini TTU masih kekurangan dokter spesialis, terutama spesialis jantung dan penyakit dalam. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus menjalin kerja sama dengan kabupaten lain untuk layanan rujukan.

Saat ini, Pemkab TTU bekerja sama dengan Kabupaten Belu dalam layanan rujukan jantung dan penyakit dalam. Dokter ahli dari luar daerah dijadwalkan datang ke TTU setiap dua minggu sekali untuk melayani pasien.

“Kita kerja sama dengan Belu karena TTU belum memiliki spesialis jantung dan penyakit dalam. Ada dokter ahli yang datang setiap dua minggu,” jelasnya.

Siapkan Anggaran Pendidikan untuk Putra-Putri Daerah

Sebagai bentuk komitmen, Pemkab TTU mengalokasikan anggaran bantuan pendidikan dokter bagi putra-putri daerah. Kebijakan ini diambil agar tenaga medis yang disekolahkan tetap kembali dan mengabdi di TTU.

Menurut Bupati Yosep, pengalaman sebelumnya menunjukkan ada dokter yang telah dibiayai pendidikan, namun memilih bekerja di luar daerah setelah lulus.

“Sekarang kami fokus menyekolahkan putra-putri daerah agar mereka kembali dan mengabdi di TTU. Dokter yang sudah ada juga kami dorong mengambil spesialis supaya tidak lagi keluar daerah,” tegasnya.

RSUD TTU Ditargetkan Naik Status

Saat ini, rumah sakit daerah di TTU masih berstatus tipe C. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan menjadi tipe C Plus dengan melengkapi tenaga medis serta peralatan kesehatan.

Meski masih kekurangan beberapa spesialis, TTU telah memiliki sejumlah dokter spesialis, termasuk spesialis forensik yang disebut menjadi satu-satunya di wilayah tersebut. Bahkan, layanan forensik TTU kerap dimanfaatkan oleh pihak Polda.

Dengan hadirnya Prodi Dokter Spesialis Undana, Pemkab TTU berharap kebutuhan tenaga medis di wilayah perbatasan dapat terpenuhi secara bertahap, sehingga pelayanan kesehatan masyarakat semakin optimal dan mandiri tanpa ketergantungan pada daerah lain. (rnc)