Washington, RakyatNTT.ID Sinyal potensi serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap Iran semakin menguat dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah indikator, mulai dari pergerakan militer hingga imbauan evakuasi warga negara asing dari Teheran, memicu spekulasi bahwa konflik berskala besar bisa terjadi dalam waktu dekat.

Ketegangan ini terjadi di tengah negosiasi terkait program nuklir Iran yang dilaporkan mengalami kebuntuan. Israel disebut-sebut juga bersiap menghadapi kemungkinan eskalasi militer baru di kawasan Timur Tengah.

Berikut empat fakta yang memperkuat dugaan meningkatnya risiko konflik antara AS dan Iran.

1. Ratusan Pasukan AS Ditarik dari Qatar dan Bahrain

Laporan The New York Times menyebut ratusan pasukan AS ditarik dari Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, pangkalan militer terbesar AS di Timur Tengah yang menampung sekitar 10.000 tentara.

Selain itu, evakuasi pasukan juga dilaporkan terjadi di Bahrain, lokasi markas Armada Ke-5 Angkatan Laut AS.

Langkah ini ditafsirkan sebagai tindakan pencegahan di tengah potensi serangan terhadap Iran. Teheran sebelumnya memperingatkan bahwa jika diserang, seluruh pangkalan dan aset militer AS di kawasan akan menjadi target sah.

Dalam surat kepada Sekretaris Jenderal PBB, perwakilan Iran menegaskan bahwa Amerika Serikat akan memikul tanggung jawab penuh atas konsekuensi yang muncul jika terjadi serangan.