Kupang, RakyatNTT.ID Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si secara resmi melaunching dua buku berjudul Sisi Lain Polisi dan Srikandi Flobamorata (Sisi Lain Polisi 2) yang mengungkap kisah inspiratif anggota Polri yang bertugas di pelosok-pelosok Nusa Tenggara Timur (NTT).

Acara Launching Buku Polisi Inspiratif Polda NTT ini berlangsung di Aula Lantai III Mapolda NTT, Selasa (24/2/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Irjen Rudi memberikan penghargaan berupa pengalungan medali kepada 46 anggota Polisi Inspiratif. Sebagian penerima penghargaan mengikuti acara secara daring karena tengah bertugas di luar NTT bahkan di luar negeri.

Iklan

Terungkap dari Diskusi dan Penelusuran ke Pelosok

Dalam sambutannya, Kapolda NTT mengungkapkan bahwa ide penerbitan buku ini berawal dari diskusi bersama dua sahabatnya, Elly Ballo jurnalis CNN Indonesia dan Frans Pati Herin jurnalis Kompas.

“Saya yakin di Polda NTT banyak polisi yang bagus yang melaksanakan tugas mulia secara senyap. Sebagai Kapolda baru saya tidak tahu siapa-siapa. Dari beliau berdua akhirnya kami tahu,” ujar Irjen Rudi.

Atas gagasan tersebut, ia meminta Kabid Humas dan tim turun langsung hingga ke pelosok untuk menemukan anggota-anggota polisi inspiratif. Proses pengumpulan kisah itu berlangsung selama dua bulan hingga akhirnya dua buku berhasil diterbitkan.

Buku pertama berjudul Sisi Lain Polisi memuat kisah 22 anggota Polri inspiratif. Sementara buku kedua, Srikandi Flobamorata, mengangkat kisah 24 Polisi Wanita (Polwan) inspiratif.

“Kenapa judulnya itu? Karena saya ingin mengungkap bahwa anggota polisi tidak hanya melaksanakan tugas pokok sebagai penegak hukum, pelindung, dan pengayom masyarakat. Ternyata banyak anggota di Polda NTT melaksanakan tugas kemanusiaan di luar tugas pokoknya,” jelasnya.

Ubah Citra Polri lewat Kisah Nyata

Kapolda NTT mengakui bahwa selama ini sorotan negatif terhadap institusi Polri kerap lebih terlihat di mata publik. Namun ia menegaskan bahwa Polri terus berbenah menjadi lebih baik.

“Kami tidak membantah masih banyak kekurangan. Kami belum sempurna. Tapi kami saat ini berubah untuk lebih baik lagi sesuai harapan masyarakat,” tegasnya.

Buku Sisi Lain Polisi dan Srikandi Flobamorata yang mengungkap aksi-aksi kemanusiaan anggota polisi yang jarang tersorot.

Ia mengaku terharu dan bangga setelah membaca langsung kisah para anggota yang diterbitkan dalam dua buku tersebut.

“Jujur saja, saya pribadi belum tentu bisa melakukan seperti yang Anda lakukan ini. Bapak ibu adalah pilihan Tuhan untuk melaksanakan tugas mulia demi kemanusiaan,” ungkapnya.

Total terdapat 46 anggota Polri yang kisahnya diterbitkan, terdiri dari 22 orang dalam buku pertama dan 24 orang dalam buku kedua.

Commander Wish dan Gerakan “NTT Penuh Kasih”

Dalam kesempatan itu, Irjen Rudi juga menyampaikan commander wish-nya, yakni mengajak seluruh anggota Polri untuk berbuat baik bagi sesama, institusi, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia juga memperkenalkan simbol baru “NTT Penuh Kasih” sebagai semangat membangun budaya kasih sayang dan mengurangi kekerasan di wilayah perbatasan tersebut.

“Meskipun kita ada di ujung NKRI, di wilayah perbatasan, di sinilah ada rasa kasih sayang dan saling mencintai. Harapannya Tuhan benar-benar mencurahkan kasih-Nya bagi NTT,” katanya.

Kapolda juga memerintahkan para Kapolres jajaran untuk mendukung penuh anggota-anggota yang telah melakukan tugas luar biasa di tengah masyarakat.

“Jangan biarkan mereka sendiri. Kita sebagai pimpinan harus support mereka,” tegasnya.

Program Sosial: Sumur Bor hingga Bantuan Guru Honorer

Selain melaunching buku, Kapolda NTT juga memaparkan sejumlah program sosial yang telah dijalankan Polda NTT, seperti pembangunan hampir 80 titik sumur bor untuk masyarakat. Ke depan akan membantu membangun rumah layak huni dan sekolah, dan juga membantu guru honorer yang menerima honor minim.

“Mungkin sebulan mereka hanya dapat Rp200 ribu. Bukan maksud kami mengambil alih tugas pemda, tapi kami ingin mendukung pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Ia menegaskan prinsip kepemimpinannya, yakni di mana pun bertugas harus selalu memberi manfaat bagi masyarakat.

“Mari sama-sama kita berbuat baik, tidak perlu berharap pujian. Iklaskan saja, biarlah Tuhan yang membalas. Karena kalau kita berbuat baik, itu investasi untuk anak-anak kita,” pungkas Irjen Rudi.

Melalui peluncuran dua buku ini, Polda NTT berharap semangat kemanusiaan dan pengabdian para Polisi Inspiratif dapat menjadi energi baru bagi seluruh anggota Polri sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. (rnc)