Persoalan lain adalah prioritas belanja yang salah. Banyak anggaran masih terbuang percuma untuk kegiatan-kegiatan seremonial, perjalanan dinas, bimbingan teknis, rapat-rapat dan sebagainya.

“Ini akibat pengelolaan pemerintahan yang tidak transparan. Ada temuan BPK di beberapa pemda dan terpaksa mengembalikan kelebihan biaya perjalanan dinas,” kata mantan Direktur PT Sasando Kota Kupang ini.

Ia pun menyarankan pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten/kota untuk lebih seragam dalam arah pembangunan agar persoalan-persoalan di atas tidak terus berulang tahun.

Iklan

Utamakan kegiatan-kegiatan nyata yang berorientasi pada pengentasan kemiskinan, stunting dan masalah gizi. Program mengatasi krisis air bersih, kerusakan infrastruktur, perdagangan orang hingga bencana dan dampak iklim.

“Perbaiki pelayanan publik, bantuan pendampingan UMKM, dan program-program edukatif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Jangan membuang-buang anggaran untuk membangun gedung, atau kegiatan-kegiatan bersifat rekreasi dan hiburan. Fokus dulu pada kesejahteraan masyarakat,” tutup Simson. (rnc)