Lomba karya jurnalistik yang digelar Bappenas dan melibatkan Kompas.com sebagai mitra ini diikuti ratusan jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia, baik media nasional maupun lokal.

Seluruh karya diseleksi secara ketat oleh dewan juri independen dengan menilai kedalaman liputan, kekuatan data, relevansi isu, serta kemampuan jurnalis menerjemahkan konsep SDGs ke dalam konteks nyata di masyarakat.

Fokus Kolaborasi Pencapaian SDGs

Dalam kompetisi tersebut, peserta diminta mengangkat salah satu dari tiga tema utama, yakni Governance and Sustainability, Innovation in Learning and Partnerships, serta Knowledge Sharing and SDGs Communication.

Sevrin memilih tema Innovation in Learning and Partnerships yang menitikberatkan pada kolaborasi multi-pemangku kepentingan dalam pencapaian SDGs.

“Saya mengambil tema kolaborasi multi pihak karena di Nagekeo banyak NGO yang dalam praktiknya membantu pemerintah daerah dalam pencapaian SDGs. Kolaborasi ini sudah berjalan kompleks, hanya saja belum banyak terpublikasi,” jelas Sevrin.

Ia berharap ke depan, pemerintah daerah semakin peka dan intens menggandeng lembaga swadaya masyarakat (NGO) dalam upaya pembangunan daerah, khususnya terkait isu global SDGs.

Membangun Daerah Melalui Tulisan

Meski berhasil masuk nominasi 10 terbaik dan memperoleh beasiswa liputan sebesar Rp2 juta, Sevrin menegaskan bahwa penghargaan bukanlah tujuan utama dirinya mengikuti kompetisi ini.