Senada dengan itu, Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Undana, Prof. Dr. Paul G. Tamelan, M.Si., menegaskan bahwa dokter lulusan Undana dibentuk tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara karakter.

“Lulusan Undana tidak hanya kuat secara kognitif, tetapi juga memiliki profesionalisme dan kepekaan sosial yang tinggi ketika terjun ke masyarakat,” ujarnya.

Dorong Pendidikan Spesialis dan Etika Profesi

Sementara itu, Dekan FKKH Undana, Dr. dr. Christina Olly Lada, M.Gizi., mendorong para dokter baru untuk terus meningkatkan kompetensi melalui pendidikan lanjutan dan spesialisasi. Hal ini dinilai penting untuk menjawab tantangan sistem jaminan kesehatan nasional dan kebutuhan layanan medis yang semakin kompleks.

Mewakili rekan-rekannya, dr. Grace Yuniarti Naomi Bora’a, S.Ked., yang meraih IPK tertinggi pada periode ini, menyampaikan refleksi tentang makna sumpah dokter yang diucapkan.

“Gelar dokter adalah awal dari amanah kemanusiaan yang lebih besar. Janji yang kami ucapkan hari ini adalah komitmen untuk menggunakan ilmu demi menjaga kehidupan, bukan untuk membanggakan diri,” ungkapnya.

Melalui pengukuhan ini, Universitas Nusa Cendana kembali menegaskan perannya dalam mencetak tenaga medis berintegritas, dengan keseimbangan antara kecakapan intelektual dan kekuatan moral, guna menjadi garda terdepan transformasi layanan kesehatan, khususnya di Nusa Tenggara Timur. (*/rnc)