Sementara itu, kolaborasi di bidang manuskrip dan literatur dinilai sebagai peluang besar untuk memperkuat riset budaya, mengingat NTT memiliki kekayaan sejarah, naskah kuno, serta tradisi lisan yang bernilai tinggi. Kerja sama ini diharapkan mampu mendorong pelestarian sekaligus pengembangan kajian budaya berbasis riset ilmiah.

Salah satu poin utama dalam penjajakan tersebut adalah tawaran program magang dan riset mahasiswa. BRIN menyediakan dukungan pembiayaan bagi mahasiswa Undana yang melaksanakan penelitian tugas akhir di laboratorium BRIN dengan pendampingan langsung dari peneliti pakar.

“Ini merupakan peluang strategis untuk meningkatkan kualitas riset mahasiswa sekaligus memberikan pengalaman nyata dalam ekosistem riset nasional,” ujar Prof. Annytha.

Tidak hanya mahasiswa, para dosen Undana juga memperoleh akses luas untuk melakukan joint research bersama peneliti BRIN. Fasilitas laboratorium canggih milik BRIN dapat dimanfaatkan sesuai bidang keilmuan masing-masing dosen, yang diharapkan mampu mendorong peningkatan publikasi ilmiah bereputasi internasional.

Sejumlah program studi dinilai sangat relevan untuk terlibat dalam skema kerja sama ini. Pada riset budaya, prodi yang berpotensi dilibatkan antara lain Sejarah, Antropologi, Sosiologi, Geografi, hingga Tenun Ikat. Sementara untuk riset antariksa, Program Studi Fisika menjadi pilar utama kolaborasi.