So’E, RakyatNTT.ID – Taman Wisata Bu’at di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) terus berbenah dengan menghadirkan wahana rekreasi yang semakin lengkap.

Selain ATV yang sejak lama menjadi daya tarik utama, kini pengunjung juga dapat menikmati UTV, flying fox, serta odong-odong yang tengah disiapkan untuk menambah pengalaman wisata alam terbuka.

Dalam upaya mengoptimalkan potensi pariwisata daerah, Dinas Pariwisata Kabupaten TTS menghadirkan wahana yang dapat dinikmati oleh pengunjung dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Saat ini, Taman Wisata Bu’at telah dilengkapi enam unit ATV, dua unit UTV, serta flying fox yang masih dalam tahap uji coba. Selain itu, odong-odong khusus anak-anak juga sedang dirakit dan disiapkan untuk melengkapi fasilitas rekreasi keluarga.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Kabupaten TTS, Yerobeam Benu, saat ditemui di lokasi wisata, Selasa (27/1/2026), mengatakan bahwa seluruh wahana baru tersebut masih dalam tahap penyempurnaan.

“Saat ini kami sedang mengembangkan wahana flying fox, UTV, dan odong-odong. Semuanya masih dalam tahap uji coba dan penyempurnaan,” jelas Yerobeam sambil memantau pengembangan objek wisata.

Meski masih dalam tahap uji coba, pengunjung tetap diperbolehkan mencoba wahana baru tersebut dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan kapasitas petugas. Hal ini dilakukan untuk memperoleh masukan langsung dari pengunjung sebagai bahan evaluasi.

“Kami tetap melayani pengunjung yang ingin mencoba wahana baru agar kami mendapat feedback untuk penyempurnaan ke depan,” ujarnya.

Terkait peresmian atau launching wahana, pihaknya masih berkoordinasi dengan pemerintah daerah sambil menuntaskan seluruh proses uji coba. Untuk sementara, instalasi flying fox masih menggunakan material kayu dan akan diganti dengan konstruksi besi sesuai perencanaan teknis.

Yerobeam juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan waktu libur atau akhir pekan dengan berkunjung ke Taman Wisata Bu’at dan menikmati berbagai wahana yang tersedia. Ia mengingatkan pengunjung agar tetap berwisata secara bijak, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Kami berharap pengunjung bertanggung jawab terhadap sampah, khususnya sampah plastik, agar kawasan wisata tetap bersih dan nyaman,” imbaunya.

Untuk tarif, Dinas Pariwisata menetapkan harga yang terjangkau, mulai dari Rp10.000 hingga Rp50.000. ATV dan UTV saat ini dikenakan tarif Rp10.000 untuk jalur pendek uji coba, sementara tarif normal jalur panjang ATV sesuai Perda sebesar Rp50.000. Flying fox dipatok Rp20.000 selama masa uji coba, sedangkan tarif odong-odong masih dalam tahap penyesuaian.

Taman Wisata Bu’at berlokasi di Desa Noibila, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten TTS. Objek wisata hutan alam ini menawarkan suasana sejuk dengan barisan pohon pinus dan aneka vegetasi yang dilengkapi informasi jenis pohon, sehingga pengunjung dapat berwisata sekaligus belajar tentang alam.

Akses menuju lokasi terbilang mudah dan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Tak hanya warga Kota So’E, pengunjung dari berbagai wilayah di Pulau Timor, termasuk Kota Kupang, turut menikmati keasrian Taman Wisata Bu’at.

Salah satu pengunjung asal Kupang, Putri Olang (28) dan adiknya Natalia Olang (23), mengaku datang khusus untuk mencoba wahana ATV yang viral di media sosial.

“Kami penasaran karena sering lihat di TikTok, jadi datang langsung ke Bu’at. Seru dan menantang,” kata Natalia.

Dengan suasana hutan yang asri dan wahana yang terus berkembang, Taman Wisata Bu’at menjadi salah satu destinasi wisata alam unggulan di pinggiran Kota Soe untuk melepas penat dari rutinitas perkotaan. (rnc26)