Meski masih dalam tahap uji coba, pengunjung tetap diperbolehkan mencoba wahana baru tersebut dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan kapasitas petugas. Hal ini dilakukan untuk memperoleh masukan langsung dari pengunjung sebagai bahan evaluasi.

“Kami tetap melayani pengunjung yang ingin mencoba wahana baru agar kami mendapat feedback untuk penyempurnaan ke depan,” ujarnya.

Terkait peresmian atau launching wahana, pihaknya masih berkoordinasi dengan pemerintah daerah sambil menuntaskan seluruh proses uji coba. Untuk sementara, instalasi flying fox masih menggunakan material kayu dan akan diganti dengan konstruksi besi sesuai perencanaan teknis.

Iklan

Yerobeam juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan waktu libur atau akhir pekan dengan berkunjung ke Taman Wisata Bu’at dan menikmati berbagai wahana yang tersedia. Ia mengingatkan pengunjung agar tetap berwisata secara bijak, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Kami berharap pengunjung bertanggung jawab terhadap sampah, khususnya sampah plastik, agar kawasan wisata tetap bersih dan nyaman,” imbaunya.

Untuk tarif, Dinas Pariwisata menetapkan harga yang terjangkau, mulai dari Rp10.000 hingga Rp50.000. ATV dan UTV saat ini dikenakan tarif Rp10.000 untuk jalur pendek uji coba, sementara tarif normal jalur panjang ATV sesuai Perda sebesar Rp50.000. Flying fox dipatok Rp20.000 selama masa uji coba, sedangkan tarif odong-odong masih dalam tahap penyesuaian.