Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Jakarta, RakyatNTT.ID – Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan ini, Senin (12/1/2026). Rupiah ditutup melemah meski dolar AS secara global justru menunjukkan tren penurunan.
Berdasarkan data Refinitiv, kurs rupiah pada penutupan perdagangan sore hari berada di level Rp16.825 per dolar AS, atau melemah 0,18 persen. Penutupan ini menandai rupiah kembali berada di atas level psikologis Rp16.800 per dolar AS, yang terakhir kali tercatat pada 28 April 2025.
Dolar AS Melemah, Rupiah Tak Mampu Manfaatkan Momentum
Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB terpantau melemah 0,31 persen ke level 98,826. Pelemahan DXY mengindikasikan arus keluar investor dari aset berdenominasi dolar, yang secara teori berpotensi menopang penguatan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Namun, pada perdagangan hari ini, rupiah belum mampu memanfaatkan momentum tersebut dan tetap bergerak di zona pelemahan.
Tekanan Kebijakan AS Bayangi Pasar
Pelemahan dolar AS di pasar global terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian kebijakan di Amerika Serikat, khususnya terkait eskalasi konflik antara Presiden AS Donald Trump dan bank sentral AS (The Federal Reserve).




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

