“Program ini sesuai dengan janji Presiden Prabowo untuk menghadirkan pendidikan hingga ke pelosok daerah. Kami sangat bersyukur,” ujar Yosep Lede.

Ia juga menegaskan bahwa Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi atas tingginya angka anak putus sekolah di Kabupaten Kupang dan wilayah NTT secara umum.

Sekolah Rakyat Tampung 1.080 Siswa

Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis NTT, Istiadi Nugroho, mengungkapkan bahwa Sekolah Rakyat yang dibangun nantinya mampu menampung 1.080 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

“Hari ini kita laksanakan peletakan batu pertama. Harapan kita pembangunan berjalan sesuai kontrak dan target yang disepakati, sehingga sekolah ini bisa segera dimanfaatkan,” jelasnya.

Adapun fasilitas yang direncanakan dalam pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi NTT meliputi gedung SD, SMP, SMA, asrama putra dan putri, rusun guru, gedung ibadah, gedung serbaguna, kantin, gudang perawatan, TPS, guest house, rumah genset, rumah pompa, gedung gereja, lapangan bola, lapangan basket, serta gerbang utama.

Pembangunan Sekolah Rakyat ini diharapkan menjadi tonggak penting peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di NTT, sekaligus memperkuat komitmen negara dalam menghadirkan pendidikan yang adil dan merata bagi seluruh rakyat. (*/rnc)