Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ia mengungkapkan, pada awal Januari lalu, tumpukan sampah sempat meluap hingga ke badan jalan dan mengganggu aktivitas warga, anak-anak sekolah, serta aparatur sipil negara (ASN) Kelurahan Fatubesi yang hendak menuju kantor.
Warga Keluhkan Lokasi TPS Dekat Fasilitas Publik
Selain masalah penumpukan, warga juga mengeluhkan keberadaan TPS yang dinilai tidak tepat karena berdekatan dengan fasilitas publik seperti kantor lurah, tempat ibadah, dan sekolah. Menurut Lurah Fatubesi, warga berharap lokasi TPS tersebut dapat dipindahkan agar lingkungan sekitar lebih tertata dan sehat.
Pihak kelurahan juga mendorong Perumda Pasar untuk melakukan sosialisasi rutin kepada para pedagang terkait pengelolaan sampah. Selama ini, sosialisasi dinilai minim, padahal setiap hari petugas Perumda Pasar melakukan penarikan retribusi yang seharusnya bisa dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi dan edukasi kebersihan.
DPRD Kota Kupang Desak Langkah Nyata
Secara terpisah, Anggota Komisi II DPRD Kota Kupang, Benny Selan, meminta Direktur Perumda Pasar yang baru agar segera mengambil langkah-langkah strategis dalam menangani persoalan sampah di pasar-pasar besar.
Ia menegaskan, jika persoalan sampah dibiarkan tanpa solusi konkret, hal tersebut dapat menghambat program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang, khususnya dalam penanganan sampah perkotaan.
