Dalam pertemuan itu, Bupati Sabu Raijua menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran pemerintah daerah pada acara penyerahan penghargaan UHC di Jakarta. Ketidakhadiran tersebut disebabkan oleh kondisi cuaca ekstrem di wilayah Kabupaten Sabu Raijua yang berdampak pada keterbatasan layanan transportasi.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua dalam mendukung keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pada Tahun Anggaran 2026, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp4 miliar untuk pembiayaan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi kurang lebih 9.000 jiwa.

Meski dihadapkan pada keterbatasan fiskal akibat penyesuaian anggaran dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua tetap berupaya meningkatkan cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.

Iklan

Sementara itu, Deputi Direksi Wilayah XI BPJS Kesehatan RI menyampaikan apresiasi atas komitmen dan keseriusan Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua dalam menjamin pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Ia juga menilai capaian tanpa tunggakan iuran BPJS Kesehatan sebagai prestasi luar biasa, khususnya bagi daerah kepulauan.

Mengakhiri pertemuan, Bupati Sabu Raijua menyampaikan terima kasih atas penghargaan dan dukungan BPJS Kesehatan RI. Menurutnya, Penghargaan UHC Kategori Pratama ini menjadi motivasi sekaligus penguat komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Sabu Raijua. (*/rnc)