Jakarta, RakyatNTT.ID Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Selasa (20/1/2026). Berdasarkan data Refinitiv, rupiah dibuka di level Rp16.965 per dolar AS atau terdepresiasi 0,18%.

Pelemahan ini melanjutkan tekanan yang terjadi pada perdagangan sebelumnya, Senin (19/1/2026), ketika rupiah ditutup melemah 0,33% ke level terendah sepanjang masa di Rp16.935 per dolar AS.

Sementara itu, pergerakan dolar AS justru menunjukkan pelemahan. Indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09.00 WIB tercatat turun 0,31% ke level 99,080.

Fokus Pasar pada RDG Bank Indonesia

Pergerakan rupiah hari ini diperkirakan akan dipengaruhi kombinasi sentimen domestik dan eksternal. Dari dalam negeri, perhatian pelaku pasar tertuju pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang dimulai hari ini dan dijadwalkan mengumumkan hasil kebijakan moneter pada Rabu (21/1/2026).

Bank Indonesia diperkirakan akan mengambil sikap hati-hati dengan mempertahankan BI Rate di level 4,75%. Meski inflasi domestik relatif terkendali di kisaran 2,92%, ruang pelonggaran suku bunga dinilai masih terbatas.

Tekanan eksternal yang masih kuat serta kebutuhan menjaga daya tarik aset keuangan berdenominasi rupiah di mata investor asing menjadi pertimbangan utama. Selisih suku bunga dengan bank sentral Amerika Serikat juga perlu dijaga agar tidak menambah tekanan terhadap nilai tukar.