Jakarta, RakyatNTT.ID Peramal sekaligus selebritas Roy Kiyoshi kembali menjadi sorotan publik usai mengungkap ramalan mengejutkan terkait kondisi dunia pada tahun 2026.

Dalam sebuah wawancara yang tayang di kanal YouTube Intens Investigasi, Roy mengaku mengalami mimpi buruk berulang yang ia yakini berkaitan dengan bencana alam berskala besar.

Roy menyebut gambaran yang ia lihat dalam mimpinya sangat mengerikan dan berkaitan erat dengan alam semesta, khususnya unsur tanah dan air. Namun, air menjadi elemen yang paling dominan dan menakutkan dalam penglihatannya.

Iklan

“Sangat-sangat buruk sekali, yang berhubungan dengan alam semesta. Jadi alam semesta ini hal yang berhubungan dengan tanah, dan berhubungan dengan air. Air yang meluap, meluap sangat besar sekali dan meluap sampai ke daratan,” ujar Roy Kiyoshi.

Ia bahkan menggambarkan peristiwa tersebut seperti sebuah “kiamat kecil” yang terjadi pada 2026, di mana air datang secara masif ke wilayah daratan dan berpotensi menenggelamkan rumah-rumah penduduk.

Roy mengaku mimpi tersebut tidak hanya terjadi sekali, melainkan berulang kali, sehingga meninggalkan kesan mendalam dan mengganggu kondisi psikologisnya.

“Aku merasakan itu melalui banyak penglihatan aku. Aku selalu bolak-balik mimpi yang berhubungan dengan air itu akan datang dan menghampiri daratan,” ungkapnya.

Dalam salah satu penglihatannya, Roy menyebut ada daerah tertentu yang terendam banjir dengan ketinggian air yang sangat ekstrem, bahkan mencapai lebih dari dua hingga tiga meter. Rumah-rumah di sekitar wilayah tersebut diceritakan tak mampu bertahan dan akhirnya tenggelam.

“Salah satu daerah akan terendam banjir yang menurut saya airnya besar banget, lebih dari 2 meter, 3 meter, dan rumah yang ada di sekitar situ bisa tenggelam,” lanjut Roy.

Hal yang semakin menambah kesan mengerikan dari mimpinya adalah suara-suara teriakan yang ia dengar. Roy menggambarkan suasana panik dengan banyak orang berteriak meminta tolong dan berusaha menyelamatkan diri dari terjangan air.

“Aku melihat dengan jelas banget air itu menghampiri. Ada banyak orang teriak tolong, lari, air sudah sampai, pergi-pergi. Kita benar-benar enggak bisa lihat daratan lagi, mobil-mobil kebawa arus,” jelasnya.

Meski demikian, Roy mengaku kesulitan mengategorikan bencana tersebut. Menurutnya, peristiwa itu bukan tsunami, namun juga terlalu besar jika hanya disebut banjir biasa.

“Seperti tsunami tapi bukan tsunami. Dibilang banjir, tapi lebih besar. Banjirnya spektakuler banget, airnya banyak banget, susah disejajarkan,” kata Roy.

Ia menutup ceritanya dengan mengungkapkan bahwa mimpi-mimpi tersebut sangat memengaruhi kualitas tidurnya dan membuatnya merasa gelisah.

“Itu sangat mengganggu tidur saya, jadi agak keganggu banget dengan mimpi,” pungkas Roy Kiyoshi.

Pernyataan Roy Kiyoshi ini pun menuai beragam respons dari publik. Sebagian menganggapnya sebagai peringatan untuk lebih waspada terhadap perubahan iklim dan potensi bencana alam, sementara yang lain menilai hal tersebut sebagai pengalaman pribadi yang bersifat subjektif. (*/rnc)